Keunikan Pulau Kemaro dan Cara Mengunjunginya

Keunikan Pulau Kemaro dan Cara Mengunjunginya
Wisata

Palembang menjadi salah satu kota di Sumatera Selatan yang tidak pernah sepi dengan wisatawan dari kota-kota lain. Terkenal dengan empek-empeknya, tidak kalah juga dengan salah satu tempat wisatanya yang terkenal dengan legendanya, yakni Pulau Kemaro.

Pulau itu memang selalu menjadi pulau andalan di Palembang, apalagi semakin ramai dengan wisatawannya saat akhir tahun mau pun acara keagamaannya. Bahkan yang datang bukan hanya masyarakat lokal Sumatera saja, tapi juga dari daerah-daerah lainnya.

Keunikan dan legenda pulau itu sendiri lah yang menjadikan Pulau Kemaro selalu ramai didatangi wisatawan. Memang apa yang menjadi keunikan pulau itu?

Keunikan Pulau Kemaro

Pulau yang satu ini memang sudah tidak asing lagi sebenarnya di telinga-telinga traveller. Pulau ini memang lebih banyak dikunjungi buat mereka yang suka dengan wisata religi atau yang mau menikmati liburan dengan suasana yang lebih oriental. Perlu kamu tahu, Pulau Kemaro memang menawarkan wisata religi yang dilengkapi dengan suasana oriental dari negeri China, belum lagi pemandangan alam yang disajikan sangat cantik.

Tidak heran dari suasananya yang oriental dan pemandangannya yang cantik, pulau yang berada di tengah Sungai Musi ini selalu ramai dikunjungi wisatawan dari daerah mana pun.

Pulau ini punya luas tanah sekitar 5 hektar yang berada di tengah Sungai Musi, Palembang, Sumatera Selatan. Nama Kemaro sendiri berasal dari istilah lokal masyarakat di sana yang berarti Kemarau. Tidak hanya itu saja, nama pulau ini juga diambil dari keistimewaannya yakni tidak pernah tenggelam saat Sungai Musi sedang pasang.

Karena pulaunya yang tidak pernah tenggelam, di saat pemerintahan Palembang Darussalam dibangunlah benteng pertahanan yang menjadi lapisan pertama di Sumatera Selatan yang sekarang ini disebut sebagai Benteng Tambak Bayo.

Adanya benteng itu membuat tentara Belanda yang mau menyerang Palembang menjadi semakin susah. Bahkan dari sejak tahun 1811, kolonial Belanda berusaha mencari berbagai cara untuk menghancurkan benteng itu agar bisa segera menguasai Sumatera Selatan. Tapi, di tahun 1821, benteng itu berhasil di rebut dan Palembang ditakhlukan oleh kolonial Belanda.

Setelah beberapa tahun lamanya Pulau Kemaro diduduki kolonial Belanda, benteng itu menjadi puing-puing yang hampir sama sekali tidak tersisa. Hanya saja di tahun 1960-an, pulau itu mulai dibangun dengan pagoda-pagoda, klenteng, dan bangunan yang lebih bernuansa oriental.

Banyaknya bangunan-bangunan oriental juga dikarenakan di pulau ini lebih banyak didominasi dengan etnis Tionghoa. Tidak heran juga setiap kali acara keagamaannya selalu ramai dengan berbagai acara atau pesta yang selalu berhasil mengundang wisatawan.

Cara Menuju ke Pulau Kemaro

Kamu yang mau datang ke Pulau Kemaro sebenarnya tidak susah. Masih di pusat kota Palembang dan tidak jauh dari Jembatan Ampera, membuat pulau ini masih gampang sekali dijangkau.

Kamu bisa berangkat dari Benteng Kuto Basak yang di sana ada banyak sekali perahu yang bisa kamu sewa. Mulai dari kapal yang besar, perahu tongkang sedang, sampai speedboat disediakan di sana. Tentu masing-masing kapalnya berbeda-beda harga sewanya.

Perahu tongkang bisa kamu sewa seharga Rp 1,5 juta sampai Rp 2 juta. Kalau kamu berangkat hanya sedikit orang saja, sewa saja perahu ketek yang biaya sewanya sekitar Rp 300 ribu sampai Rp 450 ribu. Sedangkan perahu cepat atau speedboat biaya sewanya hanya sekitar Rp 200 ribu sampai Rp 250 ribu saja.

Tenang saja, semua biaya yang dikenakan itu sudah termasuk biaya pulang pergi. Jadi kamu bisa di antar jemput tanpa harus menyewa kapal lagi di dermaga Pulau Kemaro.

Penasaran kan pemandangan di pulau itu bagaimana? Langsung saja ke sana dan pastinya kamu tidak menyesal menikmati liburan akhir pekan atau libur panjangmu di Pulau Kemaro.

shares